Sinergi Nyata TNI-Polri dan Warga di Rigeb, Wakapolres Gayo Lues Pimpin Pembuatan Bendungan Sungai Aih Bobo

GAYO TODAY

- Redaksi

Senin, 5 Januari 2026 - 08:58 WIB

50102 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES | Kepedulian terhadap lingkungan dan keselamatan masyarakat kembali ditunjukkan oleh jajaran Polres Gayo Lues. Pada Minggu, 4 Januari 2026, aparat keamanan dari unsur Polri, TNI, dan masyarakat bergotong-royong membangun bendungan pengalihan air sementara di aliran bantaran Sungai Aih Boboh Rigeb, Desa Rigeb, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakapolres Gayo Lues, Kompol Edi Yaksa S.Sos, didampingi Kapolsek Blangkejeren, IPTU Syamsuddin, S.H.

Kehadiran pimpinan kepolisian di tengah masyarakat menjadi bagian dari komitmen institusi untuk berada bersama warga, khususnya dalam situasi yang berisiko terhadap keselamatan dan kenyamanan hidup masyarakat. Banjir yang kerap mengancam pemukiman warga akibat aliran Sungai Aih Bobo Rigeb yang meluap menjadi latar belakang kegiatan ini. Bendungan pengalihan yang dibuat secara manual itu dirancang agar aliran sungai tidak lagi masuk ke kawasan permukiman, melainkan mengikuti satu jalur yang lebih aman.

Personel gabungan dari Polres Gayo Lues, Polsek Blangkejeren, Brimob Batalyon 4 Kompi C Pelopor, serta anggota TNI dari Batalyon TP 855 Sangir turun langsung bersama masyarakat. Kehadiran Bhabinkamtibmas juga tampak aktif di lapangan, memobilisasi partisipasi warga dan memberikan dukungan teknis dalam pelaksanaan kegiatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tanpa menggunakan alat berat, pembangunan bendungan dilakukan secara sederhana namun efektif. Batu-batu besar dikumpulkan dari sekitar bantaran sungai, kemudian disusun berlapis secara manual untuk menciptakan penghalang permanen sementara yang mampu mengalihkan arus ke alur sungai utama. Di tengah keterbatasan, kegiatan ini menjadi simbol nyata dari kerja bersama untuk kepentingan lingkungan dan keselamatan bersama.

Kapolsek Blangkejeren, IPTU Syamsuddin, S.H. menyampaikan, kegiatan ini tidak hanya bertujuan merespons potensi bencana, tetapi juga menguatkan kembali nilai-nilai gotong-royong di tengah masyarakat. “Kami ingin menunjukkan bahwa aparat bukan hanya hadir saat penegakan hukum, tetapi juga ketika rakyat membutuhkan bantuan dalam hal-hal yang menyangkut keseharian mereka, termasuk persoalan lingkungan,” ujarnya di sela kegiatan.

Sinergitas antara lembaga kemanan dan masyarakat tampak jelas dalam aktivitas tersebut. Tidak ada sekat jabatan, semua turut bekerja secara setara membenahi aliran sungai yang menjadi sumber kehidupan dan sekaligus ancaman bila tidak dikelola dengan baik. Bagi warga Desa Rigeb, kegiatan ini menjadi bukti hadirnya negara dalam menjawab kebutuhan mendesak masyarakat, sekaligus bentuk nyata dari pengabdian aparat kepada publik.

Wakapolres Gayo Lues, Kompol Edi Yaksa S.Sos, yang turun langsung ke lokasi, menyebut bahwa kegiatan seperti ini menjadi bentuk nyata penguatan hubungan Polri dan TNI dengan masyarakat. “Kami berharap, ke depan masyarakat tidak lagi was-was terhadap banjir akibat luapan sungai. Ini adalah langkah awal, dan kami akan terus bekerjasama dengan berbagai pihak untuk menjaga lingkungan desa tetap aman dan nyaman,” ungkapnya.

Gotong-royong yang berlangsung dari pagi hingga siang hari itu ditutup dengan pengecekan jalur aliran air pasca penyusunan batu-batu sungai. Meski hanya berupa pengalihan sementara, namun secara teknis struktur yang dibentuk diyakini akan mampu menahan laju air masuk ke kawasan permukiman. Masyarakat Desa Rigeb menyambut positif kegiatan ini, sekaligus merasa lebih tenang menghadapi musim hujan ke depan.

Selain manfaat praktis dari pembangunan bendungan tersebut, kegiatan ini juga membawa dampak psikologis yang penting bagi warga yang terdampak. Di tengah berbagai tantangan pasca bencana, kolaborasi antara aparat dan warga mampu membangkitkan kembali semangat bersama. Dalam suasana sederhana itu, muncul harapan bahwa semangat gotong-royong tetap menjadi kekuatan utama masyarakat dalam menghadapi persoalan apapun.

Kegiatan karya bakti ini turut memperkuat nilai-nilai kebersamaan yang akhir-akhir ini sering terkikis akibat kehidupan yang semakin individualistik. Di tengah derasnya modernisasi, kegiatan ini mengingatkan bahwa menyelesaikan persoalan tidak selalu harus dengan teknologi tinggi, melainkan dengan kerja bersama, niat tulus, dan kepedulian terhadap sesama.

Situasi sepanjang kegiatan berlangsung aman dan tertib. Hingga kegiatan ditutup pada pukul 12.00 WIB, tidak ditemukan kendala berarti di lapangan. Semua berjalan dengan hasil nyata—sungai yang mengancam kini telah diarahkan, dan masyarakat kembali merasa terlindungi.

Bhakti sosial dan gotong royong ini bukan saja menjadi bentuk pengabdian aparat dalam pembangunan sosial, namun juga moral. Di saat banyak pihak berpolemik tentang siapa yang paling bertanggung jawab dalam menghadapi bencana, mereka yang turun langsung ke sungai membuktikan bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak mengenal sekat waktu, jabatan, maupun status. Ketulusan dalam pelayanan inilah yang menjadikan kehadiran negara terasa nyata di pelosok-pelosok negeri. (Abdiansyah)

Berita Terkait

Brimob Aceh dan Masyarakat Bersatu Wujudkan Lingkungan (ASRI) Di Gayo Lues
Ketika Regulasi Tak Lagi Bermakna di Hadapan PMA
Cuaca Pancaroba Sangat Panas, Kapolres Gayo Lues Imbau Warga Waspada Karhutla
Aktivitas Industri Diduga Tetap Berjalan di Tengah Sanksi Administratif, PT Hopson Kembali Jadi Sorotan Publik
Asap, Limbah, dan Dugaan Pelanggaran, PT Hopson Aceh Industri Kembali Menjadi Ujian bagi Penegakan Hukum Lingkungan
Kasus PT Rosin Berubah Jadi Ujian Integritas Aparat, Dugaan Pemindahan Limbah Tak Boleh Dibiarkan Menguap Begitu Saja
Negara Dinilai Lamban Bertindak terhadap Dugaan Pelanggaran PT Rosin Chemicals Indonesia, Kepercayaan Publik Mulai Tergerus
PT Rosin Chemicals Indonesia Diduga “Kibuli” Puslabfor Mabes Polri, Perlibas Gayo Minta Penegakan Hukum Lingkungan Secara Tegas

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 13:10 WIB

Diduga Tangkap Lepas Pelaku Penganiayaan dan Ancaman Pembunuhan, Tim Hukum Desak Kapolda Sumut Copot Kapolsek dan Kanit Reskrim Medan Baru

Selasa, 9 Juni 2026 - 05:17 WIB

Bawa Dampak Positif Berkelanjutan, PTPN IV Regional I Serahkan Bantuan Rumah dan Jamban Sehat

Senin, 8 Juni 2026 - 08:19 WIB

Kapolsek, Kanit Reskrim dan Penyidik Polsek Medan Baru di Laporkan Ke Propam Polda Sumut

Senin, 8 Juni 2026 - 06:19 WIB

O-Three Station Kualanamu Resmi Dibuka: Rest Area Inklusif Pertama di Dunia dengan Simbol Toleransi

Minggu, 7 Juni 2026 - 09:35 WIB

Membangun Harmoni dan Kebersamaan, Danrem 031/WB Gelar Silaturahmi Bersama Keluarga Besar Karo Pekanbaru

Minggu, 7 Juni 2026 - 07:09 WIB

Viral Diduga Sejumlah Pemuda Bawa Cerurit Depan Cambridge Medan, AKBP Adrian Risky Belum Berikan Tanggapan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 14:41 WIB

ISMI Sumut dan GJI Tanam 1000 Pohon Khas Melayu di Bantaran Sei Deli, Perkuat Ekologi dan Ekoteologi Kota Medan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 11:13 WIB

Distribusi Minyak Goreng ke Indonesia Timur Makin Cepat, PalmCo Operasikan Fasilitas Pengemasan di Surabaya

Berita Terbaru

NASIONAL

Samsuri Calon Presiden RI 2029, Idola Rakyat Indonesia

Selasa, 9 Jun 2026 - 12:45 WIB