GAYO LUES | Pasca musibah banjir dan longsor yang melanda Kabupaten Gayo Lues pada November 2025 lalu, akses transportasi warga Desa Kendawi, Kecamatan Dabun Gelang, masih mengalami kendala serius. Jembatan induk yang menjadi penghubung utama antar desa roboh diterjang bencana, membuat masyarakat setempat harus mencari solusi agar tetap bisa beraktivitas.
Warga kini mengandalkan jembatan tali gantung sebagai sarana utama menuju kampung maupun pergi ke kebun. Jembatan darurat ini dibangun atas inisiatif Babinsa Pos Ramil Dabun Gelang, Serka Raden Mahmud, yang bersama warga bergotong royong agar mobilitas masyarakat tidak lumpuh total. Jembatan tali ini menjadi satu-satunya penghubung, sementara jalur alternatif lainnya menuntut waktu tempuh lebih lama dan dinilai tidak praktis, terutama dalam kondisi darurat.
Setiap harinya, sejumlah warga terlihat melintasi jembatan tali tersebut untuk menuju kebun atau kembali ke rumah, termasuk anak-anak yang bersekolah di SD Negeri 5 Dabun Gelang. Bangunan sekolah tersebut saat ini juga terpaksa dipindahkan ke Kampung Kendawi karena gedung lama rusak berat akibat banjir. Ketiadaan jembatan permanen makin memperberat akses anak-anak ke sekolah.
Ardiansyah, S.Pd, Pengulu Desa Kendawi, menjelaskan jembatan tali gantung saat ini menjadi kebutuhan vital bagi warga. Fasilitas ini bukan hanya digunakan oleh masyarakat Desa Kendawi, namun juga oleh warga desa-desa sekitar yang hendak menuju lahan atau bertemu keluarga. Ardiansyah menambahkan, sebagai upaya memperlancar transportasi, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kodim 0113/Gayo Lues melalui Pos Ramil Dabun Gelang untuk membangun jembatan perintis. Pembangunan pondasi jembatan tersebut sudah selesai dan dalam waktu dekat akan dilanjutkan ke tahap pemasangan alas.
Menurut Ardiansyah, pembangunan jembatan sementara ini bertujuan agar warga, khususnya anak-anak sekolah, tidak lagi mengalami kesulitan menyeberangi sungai. Diharapkan, mereka dapat bersekolah dengan tenang dan aktivitas warga tidak terganggu. Untuk solusi jangka panjang, pemerintah desa telah mengajukan permohonan kepada Pemkab Gayo Lues agar dapat segera membangun jembatan permanen pengganti jembatan yang putus.
Selain telah menetapkan Desa Kendawi dalam status tanggap darurat, pemerintah desa mendesak pemerintah kabupaten bergerak cepat dalam membangun jembatan baru agar masyarakat setempat terhindar dari isolasi dan kesulitan transportasi berkepanjangan. Hingga kini, warga tetap berharap pemerintah segera merealisasikan pembangunan agar akses keluar masuk desa bisa kembali normal seperti sediakala. (*)











