Sibolga —
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sibolga terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan melalui program kemandirian berbasis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Program ini merupakan bagian dari pembinaan keterampilan yang bertujuan membekali warga binaan dengan kemampuan produktif dan bernilai ekonomi, sehingga dapat menjadi bekal saat kembali ke tengah masyarakat.
Sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam Asta Cita Presiden yang mendorong penguatan kewirausahaan, serta program akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam peningkatan pendayagunaan warga binaan, Lapas Sibolga menghadirkan inovasi berupa dapur UMKM sebagai pusat produksi berbagai olahan makanan.
Dari dapur UMKM tersebut, warga binaan berhasil menghasilkan beragam produk unggulan, di antaranya Sambal Teri Medan, Sambal Cumi Asin, Abon Ikan, serta aneka kuliner lainnya. Seluruh proses produksi dilakukan langsung oleh warga binaan dengan pengawasan, pelatihan, dan pendampingan intensif dari petugas.
Kepala Lapas Kelas IIA Sibolga menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pembinaan, tetapi juga sebagai langkah nyata dalam meningkatkan produktivitas warga binaan.
“Melalui program UMKM ini, kami ingin memastikan bahwa warga binaan memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah bebas nanti, sekaligus berkontribusi secara nyata,” ujarnya pada Selasa (21/04/2026).
Selain sebagai bentuk pembinaan, produk UMKM yang dihasilkan juga memberikan dampak positif terhadap penerimaan negara bukan pajak (PNBP), sehingga mendukung kemandirian lembaga serta optimalisasi fungsi pemasyarakatan.
Dengan adanya program ini, Lapas Sibolga berharap dapat menciptakan warga binaan yang tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga tumbuh menjadi individu yang mandiri, produktif, dan siap berkontribusi bagi masyarakat.(Tim Humas Lasiga)









